Menu ✖

Dark Mode
Mumun Tekankan Profesionalisme dan Kompetensi Apoteker Setelah PD Ikatan Apoteker Indonesia Jabar Resmi Dikukuhkan Mumun: “Jika Langgar Aturan Harus Disanksi” Soroti Dugaan Kebocoran Gas Pindo Deli 2 Output dari BIMTEKNAS PKS yaitu Collective Genius serta Program yang Memiliki Dampak Nyata dan Memberikan Manfaat bagi Masyarakat Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan

Berita · 17 Oct 2025 05:29 WIB · Reading Time

Bahas Kelangkaan Pupuk, Komisi II DPRD Karawang Sambangi PT Pupuk Kujang

fpkskarawang.id | Karawang – Komisi II DPRD Kabupaten Karawang melakukan kunjungan kerja ke PT Pupuk Kujang untuk menindaklanjuti keluhan para petani terkait kelangkaan pupuk dan penurunan hasil panen.

Ketua Komisi II DPRD Karawang, Mumun Maemunah, mengatakan kunjungan ini dilakukan untuk menggali informasi langsung mengenai alokasi pupuk untuk wilayah Karawang serta menanyakan beberapa persoalan yang kerap dikeluhkan petani.

“Kami datang ke sini ingin tahu berapa alokasi pupuk untuk Karawang, karena para petani sering mengeluh kekurangan pupuk, yang berdampak pada menurunnya hasil panen mereka,” katanya (Kamis, 16/10/2025).

Ia menyampaikan, dari data yang diperoleh, alokasi pupuk jenis Urea untuk Karawang adalah sebanyak 53.502 ton, dengan realisasi penjualan baru mencapai 70 persen hingga saat ini.

“Sementara untuk pupuk NPK jumlah alokasinya mencapai 38.355 ton, dan realisasinya sudah 80 persen. Sedangkan pupuk organik sebanyak 2.900 ton, namun realisasinya baru 38 persen. Jadi masih banyak stok pupuknya,” jelasnya.

Ia meminta para petani untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan pupuk, karena baik Pupuk Kujang maupun Dinas Pertanian saat ini justru sedang menunggu adanya peningkatan permintaan dari petani.

“Jadi tidak perlu takut kekurangan pupuk, justru Pupuk Kujang dan Dinas Pertanian sedang menunggu penambahan pemakaian pupuk dari para petani,” tuturnya.

Mumun menerangkan, pihaknya juga melakukan diskusi bersama pihak Pupuk Kujang terkait keluhan petani atas dihapusnya pupuk subsidi jenis SP-36. Padahal, banyak petani menilai bahwa hasil panen dengan pupuk SP-36 sangat baik. Ia mengatakan, PT Pupuk Kujang berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat.

“Pupuk Kujang memang tidak memproduksi SP-36, tapi mereka berkomitmen akan meneruskan keluhan ini ke pemerintah pusat. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) juga sudah berkirim surat untuk menindaklanjuti hal itu,” ujarnya.

Ia mengingatkan para petani agar menggunakan pupuk secara bijak, sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan, karena pemakaian pupuk yang tidak sesuai bisa berdampak buruk pada tanaman.

“Jadi jangan berlebihan dan jangan juga kekurangan. Disesuaikan saja dengan kebutuhan padi dan kondisi lahannya,” ucapnya.

Terkait kebutuhan pupuk untuk sektor perikanan, seperti tambak ikan, Mumun menyebut bahwa hal tersebut belum tersedia untuk saat ini.

“Untuk pupuk tambak ikan memang belum tersedia sekarang, tapi infonya tahun depan akan keluar, sejalan dengan kebijakan Presiden soal ketahanan pangan,” ungkapnya.

Dengan adanya kunjungan ini, Komisi II berharap ada solusi konkret terhadap keluhan petani, khususnya terkait kelangkaan dan distribusi pupuk di Karawang. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 32 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mumun Tekankan Profesionalisme dan Kompetensi Apoteker Setelah PD Ikatan Apoteker Indonesia Jabar Resmi Dikukuhkan

1 November 2026 - 10:33 WIB

Mumun: “Jika Langgar Aturan Harus Disanksi” Soroti Dugaan Kebocoran Gas Pindo Deli 2

29 October 2026 - 20:51 WIB

Output dari BIMTEKNAS PKS yaitu Collective Genius serta Program yang Memiliki Dampak Nyata dan Memberikan Manfaat bagi Masyarakat

21 October 2026 - 08:16 WIB

Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang

1 October 2026 - 10:56 WIB

Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis

25 September 2026 - 14:20 WIB