Menu ✖

Dark Mode
Mumun Tekankan Profesionalisme dan Kompetensi Apoteker Setelah PD Ikatan Apoteker Indonesia Jabar Resmi Dikukuhkan Mumun: “Jika Langgar Aturan Harus Disanksi” Soroti Dugaan Kebocoran Gas Pindo Deli 2 Output dari BIMTEKNAS PKS yaitu Collective Genius serta Program yang Memiliki Dampak Nyata dan Memberikan Manfaat bagi Masyarakat Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan

Berita · 25 Feb 2025 11:28 WIB · Reading Time

Kunker ke Bulog, DPRD Karawang Pastikan HPP GKP Rp6.500 per Kilogram

fpkskarawang.id – DPRD Karawang melakukan kunjungan kerja ke kantor Bulog untuk memastikan penerapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai dengan ketetapan pemerintah pusat.

Dalam kesempatan ini, Komisi II DPRD Karawang melakukan dialog langsung dengan pihak Bulog untuk mengevaluasi langkah-langkah implementasi kebijakan tersebut di wilayah Karawang.

Ketua Komisi II DPRD Karawang, Mumun Maemunah, dalam pertemuan tersebut menegaskan pentingnya Bulog untuk siap membeli gabah kering panen dari petani dengan harga yang telah ditetapkan.

“Bulog harus siap membeli gabah kering panen seharga Rp6.500 per kilogram dalam kondisi apapun, baik itu basah maupun kering. Kalau menurut Pimpinan Cabang Bulog, Pak Umar menyatakan bahwa sekarang sudah tidak ada lagi pembatasan kadar air seperti ketentuan sebelumnya,” ujar Mumun Maemunah, Senin, 24 Februari 2025.

Lebih lanjut, Mumun menjelaskan bahwa Bulog Karawang memiliki target besar dalam menyerap hasil panen padi di wilayah Karawang dan Bekasi, yaitu sebesar 75 ribu ton.

“Target tersebut tentu lebih besar untuk Karawang, karena daerah ini memiliki lahan pertanian yang luas. Oleh karena itu, Bulog Karawang dituntut untuk mengoptimalkan proses penyerapan gabah kering panen dari petani,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk memenuhi target tersebut, Bulog Karawang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk penyediaan 13 gudang tambahan guna menyimpan stok gabah kering panen yang akan dibeli.

“Gudang-gudang tersebut sudah siap menampung hasil panen, dan kami juga bekerjasama dengan penggilingan padi setempat untuk memastikan pasokan yang lancar,” jelas Mumun.

Selain itu, kata dia, berdasarkan pernyataan Bulog, mereka juga telah mempersiapkan nomor kontak yang dapat dihubungi oleh petani yang ingin menjual gabah kering panen.

“Kami sudah menyediakan nomor kontak untuk memudahkan petani yang ingin menjual hasil panennya. Ini adalah upaya agar proses transaksi bisa berjalan dengan lebih cepat dan efisien,” tambah Mumun.

Namun, meskipun ada upaya untuk menyerap sebanyak mungkin hasil panen, Mumun mengingatkan bahwa tidak semua padi dari petani bisa dibeli oleh Bulog. Hal ini terkait dengan target serapan 75 ribu ton yang sudah ditetapkan.

“Karena luas lahan sawah di Karawang mencapai 102.000 hektare, diperkirakan hasil panen padi di daerah ini akan mencapai sekitar 1,1 juta ton. Tentu saja, tidak seluruhnya bisa diserap oleh Bulog,” paparnya.

Menurutnya, untuk memastikan target 75 ribu ton tercapai, dibutuhkan sosialisasi yang lebih masif kepada petani mengenai mekanisme pembelian padi oleh Bulog. “Saat ini, baru ada sekitar 2.000 ton padi yang berhasil diserap. Oleh karena itu, sosialisasi sangat penting agar petani memahami proses dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Mumun juga menekankan bahwa peran Dinas Pertanian sangat diperlukan dalam proses sosialisasi ini. “Kami berharap Dinas Pertanian dapat lebih cepat tanggap dalam memberikan informasi kepada petani. Ini akan membantu tercapainya target serapan padi yang telah ditetapkan,” ujarnya.

DPRD Karawang juga berharap agar petani yang ingin menjual hasil panennya dapat segera menghubungi Babinsa atau nomor kontak yang telah disebarkan oleh Bulog.

“Kami mengajak petani untuk segera menghubungi pihak yang telah ditunjuk jika mereka berminat menjual padinya. Ini akan mempermudah komunikasi dan mempercepat proses serapan,” tambahnya.

Selain itu, DPRD Karawang pun menekankan pentingnya kerjasama antara petani, Bulog, dan Dinas Pertanian dalam mewujudkan keberhasilan program ini. “Kami berharap seluruh pihak terkait dapat bekerja sama dengan baik untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan kesejahteraan petani dan memastikan ketersediaan pangan yang stabil,” ungkap Mumun.

Sebagai langkah lanjutan, DPRD Karawang berencana melakukan pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan kebijakan HPP GKP ini untuk memastikan bahwa Bulog dapat menjalankan tugasnya dengan efektif dan transparan. “Kami akan terus memantau perkembangan penyerapan padi dan memastikan bahwa program ini berjalan sesuai dengan harapan,” tegas Mumun.

Dengan langkah-langkah yang sudah dipersiapkan, DPRD Karawang optimistis bahwa Bulog akan mampu mencapai target penyerapan 75 ribu ton gabah kering panen, meskipun tantangan besar menanti mengingat luasnya lahan pertanian di Karawang. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 17 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mumun Tekankan Profesionalisme dan Kompetensi Apoteker Setelah PD Ikatan Apoteker Indonesia Jabar Resmi Dikukuhkan

1 November 2026 - 10:33 WIB

Mumun: “Jika Langgar Aturan Harus Disanksi” Soroti Dugaan Kebocoran Gas Pindo Deli 2

29 October 2026 - 20:51 WIB

Output dari BIMTEKNAS PKS yaitu Collective Genius serta Program yang Memiliki Dampak Nyata dan Memberikan Manfaat bagi Masyarakat

21 October 2026 - 08:16 WIB

Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang

1 October 2026 - 10:56 WIB

Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis

25 September 2026 - 14:20 WIB