Menu

Dark Mode
Sanksi Kurungan Dirubah Jadi Denda di Perubahan Perda Trantibum Halal Bihalal Penting untuk Merajut Ukhuwah, Menjaga Soliditas Kader dan Perjuangan Politik yang Berorientasi pada Kemaslahatan Mumun : Layanan Parkir Berlangganan Baru Sekedar Uji Coba Ketua Fraksi PKS Karawang Hadir Menguatkan, Jenguk Korban Tragedi Maut Majalengka Aksi Kemanusiaan Jitang di Tragedi Majalengka Mendapatkan Apresiasi dari Tokoh Masyarakat Karawang Jitang Sigap Bantu Korban Kecelakaan Maut di Majalengka di Tengah Mudik Lebaran

Berita · 6 Apr 2026 12:48 WIB · Reading Time

Sanksi Kurungan Dirubah Jadi Denda di Perubahan Perda Trantibum

fpkskarawang.id | Karawang – Panitia Khusus (Pansus) Raperda Tentang Penyelenggaraan Ketenteraman Masyarakat, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum) melakukan rapat pembahasan pertama, Senin (6/4/2026) di Ruang Rapat I DPRD Kabupaten Karawang.

Hadir dalam rapat tersebut Satpol-PP, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Disdukcapil, DPMPTSP, PRKP, Bagian Hukum Setda, Tim NA UNSIKA.

Ketua Pansus Raperda Trantibum DPRD Kabupaten Karawang, H. Rusli HN. SE., mengatakan, Raperda ini merupakan perubahan dari Perda Nomor 10 Tahun 2020 yang telah diubah di Perda 12 Tahun 2023. Perubahan saat ini karena adanya perubahan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

“Karena adanya perubahan peraturan perundang-undangan di atasnya, sehingga setiap daerah harus menyesuaikan penerapan sanksi, seperti tidak ada lagi pidana, yang diubah menjadi sanksi denda,” ujarnya.

Selain itu, lanjut H. Rusli, adanya penyesuaian kewenangan Satpol PP dalam melakukan penindakan. “Pada Perda 12 tahun 2023 Satpol PP dapat menindak kenalpot brong. Dalam Raperda ini pasal tersebut akan dihapuskan, karena penindakan knalpot brong merupakan kewenangan kepolisian,” papar politisi PKS tersebut.

Masih kata H. Rusli, Perubahan Perda harus menjadi momentum evaluasi bersama sebagai upaya meningkatkan kinerja dan atau implementasi penegakan Perda. Bukan hanya sebatas merubah pasal untuk menyesuaikan dengan peraturan Perundang-undangan diatasnya.

“Perubahan Perda memang didasari oleh Perubahan Nomenklatur atas Perda tersebut. Namun ini juga harus kita jadikan momentum evaluasi dalam implementasi penegakan Perda itu sendiri,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 0 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Halal Bihalal Penting untuk Merajut Ukhuwah, Menjaga Soliditas Kader dan Perjuangan Politik yang Berorientasi pada Kemaslahatan

5 April 2026 - 13:28 WIB

Mumun : Layanan Parkir Berlangganan Baru Sekedar Uji Coba

1 April 2026 - 15:00 WIB

Ketua Fraksi PKS Karawang Hadir Menguatkan, Jenguk Korban Tragedi Maut Majalengka

26 March 2026 - 16:48 WIB

Aksi Kemanusiaan Jitang di Tragedi Majalengka Mendapatkan Apresiasi dari Tokoh Masyarakat Karawang

25 March 2026 - 07:19 WIB

Jitang Sigap Bantu Korban Kecelakaan Maut di Majalengka di Tengah Mudik Lebaran

24 March 2026 - 20:06 WIB