Menu ✖

Dark Mode
Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan Warga Kalanasem, Pagadungan, Tempuran Apresiasi Aspirasi Rutilahu H. Imron Dewan PKS Karawang Milangkala Karawang ke-393, Pemkab Karawang Harus Perhatikan Nasib Petani, Pekerja hingga Pelaku Wisata Agus Sulistyo Hadiri Ramah Tamah dan Tasyakuran Warga Kondang Jaya atas Realisasi Aspirasi Pengecoran Jalan

Berita · 7 Jul 2024 17:52 WIB · Reading Time

Titik Nol Karawang Apakah Perlu Diperjuangkan Kembali?

fpkskarawang.id – Signpost near Krawang (Karawang) in 1947 pointing to three Javanese towns/cities which are all spelled differently today: Cheribon became Tjirebon and now Cirebon, Bandoeng became Bandung (with the spelling change in 1947) and Tjikampek became Cikampek (with the spelling change in 1972).

Terjemahan : Plang di dekat Krawang (Karawang) pada tahun 1947 menunjuk pada tiga kota/kota di Jawa yang kini dieja berbeda: Cheribon menjadi Tjirebon dan sekarang Cirebon, Bandung menjadi Bandung (dengan perubahan ejaan pada tahun 1947) dan Tjikampek menjadi Cikampek (dengan perubahan ejaan pada tahun 1972).

Jarak Karawang-Cirebon = 184 km, Karawang-Bandung = 108 km, dan Karawang-Cikampek = 23 km, masih dipakai sebagai jarak masa kini. Tapi untuk tugunya sengaja dihilangkan oleh Pemerintah Daerah Karawang, karena mungkin dinilai tidak lagi relevan dan diperlukan. Padahal dari tugu itulah jarak Karawang ke berbagai daerah dihitung.

Monumen Titik Nol Karawang terletak di Alun-alun Karawang, tapi sekarang tugunya sudah dirobohkan sekitar tahun 1990-an.

Monumen Titik Nol Karawang adalah Penanda Nol Kilometer Karawang dan Simbolisasi Sejarah Perkembangan Tata Ruang Kota Karawang. Tapak sejarah yang akhirnya punah karena diabaikan Pemangku Kebijakan Daerah Karawang.

 

Kontributor : Asep R. Sundapura (Relawan Kebudayaan, Founder Ekraf Karawang, Ketua Karawang Heritage Community, Owner Sundapura Digital, Kreator Sundapura, Owner Sundapura Business, Founder Karawang Creative Economic Forum, Founder Lembaga Kajian Kebudayan)

Facebook Comments Box

This article has been read 62 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang

1 October 2026 - 10:56 WIB

Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis

25 September 2026 - 14:20 WIB

Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan

24 September 2026 - 16:13 WIB

Warga Kalanasem, Pagadungan, Tempuran Apresiasi Aspirasi Rutilahu H. Imron Dewan PKS Karawang

23 September 2026 - 08:33 WIB

Milangkala Karawang ke-393, Pemkab Karawang Harus Perhatikan Nasib Petani, Pekerja hingga Pelaku Wisata

14 September 2026 - 17:19 WIB