
fpkskarawang.id – Signpost near Krawang (Karawang) in 1947 pointing to three Javanese towns/cities which are all spelled differently today: Cheribon became Tjirebon and now Cirebon, Bandoeng became Bandung (with the spelling change in 1947) and Tjikampek became Cikampek (with the spelling change in 1972).
Terjemahan : Plang di dekat Krawang (Karawang) pada tahun 1947 menunjuk pada tiga kota/kota di Jawa yang kini dieja berbeda: Cheribon menjadi Tjirebon dan sekarang Cirebon, Bandung menjadi Bandung (dengan perubahan ejaan pada tahun 1947) dan Tjikampek menjadi Cikampek (dengan perubahan ejaan pada tahun 1972).
Jarak Karawang-Cirebon = 184 km, Karawang-Bandung = 108 km, dan Karawang-Cikampek = 23 km, masih dipakai sebagai jarak masa kini. Tapi untuk tugunya sengaja dihilangkan oleh Pemerintah Daerah Karawang, karena mungkin dinilai tidak lagi relevan dan diperlukan. Padahal dari tugu itulah jarak Karawang ke berbagai daerah dihitung.

Monumen Titik Nol Karawang terletak di Alun-alun Karawang, tapi sekarang tugunya sudah dirobohkan sekitar tahun 1990-an.
Monumen Titik Nol Karawang adalah Penanda Nol Kilometer Karawang dan Simbolisasi Sejarah Perkembangan Tata Ruang Kota Karawang. Tapak sejarah yang akhirnya punah karena diabaikan Pemangku Kebijakan Daerah Karawang.
Kontributor : Asep R. Sundapura (Relawan Kebudayaan, Founder Ekraf Karawang, Ketua Karawang Heritage Community, Owner Sundapura Digital, Kreator Sundapura, Owner Sundapura Business, Founder Karawang Creative Economic Forum, Founder Lembaga Kajian Kebudayan)

















Leave a Reply