Menu

Dark Mode
Mumun : Jangan Ulangi Kesalahan Lama! DPRD Karawang Warning Seleksi Dirut Petrogas Retribusi dan Pendangkalan Dikeluhkan Nelayan, DPRD Tampung Aspirasi Nelayan untuk Perbaikan Kedepan Pasar Johar Disiapkan Jadi Senjata Baru Tekan Inflasi di Karawang Evaluasi Total Pengelolaan Pasar Cikampek I, PT Celebes Harus Tanggung Jawab PKS Siap Jadi Mitra Strategis KPU dalam Menjaga Proses Demokrasi Tetap Jujur, Adil, dan Kondusif MILAD PKS ke-24 Merupakan Panggilan Moral dan Gerakan Kolektif untuk Membangun Kemandirian Bangsa

Berita · 26 Feb 2025 08:45 WIB · Reading Time

Target 75 Ribu Ton Terancam, DPRD Karawang Desak Bulog Serap Gabah Petani Langsung!

fpkskarawang.id – Komisi II DPRD Kabupaten Karawang, Jawa Barat, minta Bulog menyerap gabah langsung dari petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan.

“Bulog Karawang harus siap membeli gabah kering panen seharga Rp6.500 per kilogram dalam kondisi apapun,” kata Ketua Komisi II DPRD Karawang, Mumun Maemunah, di Karawang, Selasa.

HPP gabah kering panen pada tahun ini telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025.

Hal tersebut harus diperhatikan karena dari ke tahun HPP gabah kering panen (GKP) ini terus mengalami perubahan.

Sebelumnya di 2022 HPP GKP sebesar Rp4.200 per kilogram. Kemudian berubah menjadi Rp5.000 per kilogram di 2023. Lalu 2024 menjadi Rp6.000 per kilogram, dan naik menjadi Rp6.500 per kilogram pada 2025.

Mumun menyampaikan, pada tahun ini Bulog Karawang memiliki target besar dalam menyerap hasil panen padi di wilayah Karawang dan Bekasi, yakni sebesar 75 ribu ton.

“Target tersebut tentu lebih besar untuk Karawang, karena daerah ini memiliki lahan pertanian yang luas. Karena itu, Bulog Karawang dituntut untuk mengoptimalkan proses penyerapan gabah dari petani langsung,” katanya.

Menurut dia, untuk memastikan target penyerapan sebanyak 75 ribu ton tercapai, maka dibutuhkan sosialisasi yang lebih masif kepada petani mengenai mekanisme pembelian padi oleh Bulog.


Ia mengaku sudah melakukan kunjungan kerja ke Bulog Karawang terkait dengan penyerapan gabah tersebut. Terungkap kalau hingga saat ini baru ada sekitar 2.000 ton padi yang berhasil diserap oleh Bulog Karawang.

“Jadi kami sampaikan, sosialisasi sangat penting agar petani memahami proses dan ketentuan yang berlaku dalam proses penyerapan padi oleh Bulog,” kata dia.

Ia juga menekankan pentingnya peran Dinas Pertanian Karawang dalam sosialisasi penyerapan padi oleh Bulog tersebut.

“Kami berharap Dinas Pertanian Karawang dapat lebih cepat tanggap dalam memberikan informasi kepada petani terkait dengan penyerapan gabah oleh Bulog. Karena ini akan membantu tercapainya target serapan padi yang telah ditetapkan,” kata dia. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 20 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mumun : Jangan Ulangi Kesalahan Lama! DPRD Karawang Warning Seleksi Dirut Petrogas

6 May 2026 - 14:39 WIB

Retribusi dan Pendangkalan Dikeluhkan Nelayan, DPRD Tampung Aspirasi Nelayan untuk Perbaikan Kedepan

5 May 2026 - 09:55 WIB

Pasar Johar Disiapkan Jadi Senjata Baru Tekan Inflasi di Karawang

4 May 2026 - 09:43 WIB

Evaluasi Total Pengelolaan Pasar Cikampek I, PT Celebes Harus Tanggung Jawab

30 April 2026 - 16:18 WIB

PKS Siap Jadi Mitra Strategis KPU dalam Menjaga Proses Demokrasi Tetap Jujur, Adil, dan Kondusif

29 April 2026 - 17:35 WIB