Menu ✖

Dark Mode
Mumun Tekankan Profesionalisme dan Kompetensi Apoteker Setelah PD Ikatan Apoteker Indonesia Jabar Resmi Dikukuhkan Mumun: “Jika Langgar Aturan Harus Disanksi” Soroti Dugaan Kebocoran Gas Pindo Deli 2 Output dari BIMTEKNAS PKS yaitu Collective Genius serta Program yang Memiliki Dampak Nyata dan Memberikan Manfaat bagi Masyarakat Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan

Berita · 26 Feb 2025 12:53 WIB · Reading Time

Untuk Optimalkan PAD, DPRD Karawang Soroti Minimnya Retribusi IMTA dari Tenaga Kerja Asing

fpkskarawang.id – Komisi II DPRD Karawang melakukan kunjungan ke PT Yamaha I Karawang untuk mengoptimalkan Penghasilan Asli Daerah (PAD), khususnya dari retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Langkah ini dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Karawang.

Ketua Komisi II DPRD Karawang, Mumun Maemunah, mengungkapkan bahwa dari 2.345 tenaga kerja asing, hanya 554 yang memperpanjang IMTA dan retribusinya masuk ke kas daerah. Hal ini menjadi perhatian serius karena target retribusi tahun lalu sebesar Rp12 miliar, tetapi hanya terealisasi Rp2 miliar.

“Retribusi untuk satu orang tenaga kerja asing adalah 100 dolar per bulan. Jika melihat data yang ada, seharusnya target retribusi bisa tercapai. Namun, banyak perusahaan yang masih memasukkan retribusi ke pusat,” ujar Mumun, Selasa (25/2/2025).

Menurutnya, status tenaga kerja asing di Karawang beragam. Ada yang bekerja di dua daerah, seperti Jakarta-Karawang atau Bekasi-Karawang. Jika mereka lebih banyak beraktivitas di Karawang, DPRD berharap perusahaan mengalihkan retribusi IMTA ke kas daerah setempat.

“Kalau mereka lebih banyak di Karawang, ya, masukkan IMTA-nya ke kita. Jangan semuanya ke pusat, bagi-bagi lah,” tegasnya.

Untuk mengatasi hal ini, Komisi II DPRD Karawang bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) akan terus menyisir perusahaan dan melakukan sosialisasi terkait pentingnya kontribusi retribusi IMTA bagi daerah.

“Kunjungan seperti ini penting karena kami menemukan data yang berbeda dengan laporan di dinas. Biasanya, data di dinas lebih besar dari jumlah real di industri karena retribusinya banyak yang masuk ke pusat,” tambahnya.

DPRD berharap dengan adanya upaya ini, PAD Karawang dari sektor retribusi IMTA dapat meningkat dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 7 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mumun Tekankan Profesionalisme dan Kompetensi Apoteker Setelah PD Ikatan Apoteker Indonesia Jabar Resmi Dikukuhkan

1 November 2026 - 10:33 WIB

Mumun: “Jika Langgar Aturan Harus Disanksi” Soroti Dugaan Kebocoran Gas Pindo Deli 2

29 October 2026 - 20:51 WIB

Output dari BIMTEKNAS PKS yaitu Collective Genius serta Program yang Memiliki Dampak Nyata dan Memberikan Manfaat bagi Masyarakat

21 October 2026 - 08:16 WIB

Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang

1 October 2026 - 10:56 WIB

Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis

25 September 2026 - 14:20 WIB