Menu ✖

Dark Mode
Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan Warga Kalanasem, Pagadungan, Tempuran Apresiasi Aspirasi Rutilahu H. Imron Dewan PKS Karawang Milangkala Karawang ke-393, Pemkab Karawang Harus Perhatikan Nasib Petani, Pekerja hingga Pelaku Wisata Agus Sulistyo Hadiri Ramah Tamah dan Tasyakuran Warga Kondang Jaya atas Realisasi Aspirasi Pengecoran Jalan

Berita · 27 Nov 2025 14:06 WIB · Reading Time

Mumun : Anggaran Bukan untuk Disimpan, tetapi untuk Dikerjakan

fpkskarawang.id | Karawang – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Kabupaten Karawang menyampaikan keprihatinan mendalam terkait rendahnya serapan anggaran APBD Kabupaten Karawang Tahun 2025 hingga memasuki bulan November. Dari total 30 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tercatat 16 OPD masih berada di bawah 70% serapan anggaran.

Ketua Fraksi PKS Apt. Mumun Maemunah, S Si. menyebut bahwa kendisi ini semakin mengkhawatirkan karena sejumlah OPD strategis juga masuk dalam kelompok serapan rendah. Beberapa di antaranya adalah Dinas PUPR, PRKP, Bappeda, Pertanian, Tenaga Kerja, Lingkungan Hidup, hingga Koperasi dan UMKM.

Menurutnya, rendahnya serapan anggaran ini menunjukkan bahwa perencanaan program di OPD tersebut belum matang dan pelaksanaannya tidak berjalan sesuai target.

“Ketidaktepatan serapan berarti ketidaksiapan program. APBD adalah kontrak kerja pemerintah kepada rakyat. Ketika serapan lambat, maka janji pembangunan yang seharusnya dirasakan masyarakat ikut tertunda,” ungkap Mumun.

Dampak Langsung Terhadap Publik

Fraksi PKS menjelaskan bahwa rendahnya serapan bukan hanya persoalan angka administratf. Ada dampak nyata yang langsung dirasakan masyarakat, seperti infrastruktur yang lambat terbangun, banyak pekerjaan jalan, irigasi, dan drainase tidak selesai tepat waktu.

Program perumahan, permukiman, dan lingkungan hidup tidak berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

Sektor pertanian dan UMKM tidak memperoleh dukungan optimal, padahal keduanya merupakan penggerak utama ekenomi Karawang.

Program ketenagakerjaan tidak berjalan efekiif, sementara tingkat pengangguran di Karawang masih menjadi masalah serius

APBD Tidak Boleh Hanya Seremonial

Fraksi PKS menegaskan bahwa APBD bukan sekadar penetapan angka dan penandatanganan dokumen, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan dan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

‘Serapan rendah menunjukkan bahwa kinerja birokiasi masih lemah dalam mengeksekusi program prioritas daerah. Rakyat membutuhkan kinerja nyata, bukan laporan seremonial,” tegas Ketua Fraksi PKS saat memberikan keterangan pers.

Tuntutan dan Rekomendasi F-PKS

Untuk mengatasi persoalan ini, Fraksi PKS mendorong permerintah daerah melakukan langkah-langkah perbakan secara konkret, di antaranya :

  1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap OPD dengan serapan rendah, termasuk aspek perencanaan, koordinasi, dan kapasitas
    pelaksanaan.
  2. Meningkatkan disiplin anggaran dan memperkuat pengawasan internal agar pelaksanaan program berjalan sesuai waktu.
  3. Mempercepat proses administrasi yang selama ini dinilai masih berbelit dan menjadi hambatan eksekusi.
  4. Memastikan program prioritas daerah benar-benar dijalankan dan tepat sasaran.
  5. Mendorong percepatan belanja publik, bukan belanja birokrasi agar manfaat pembangunan segera dirasakan masyarakat.
  6. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, khususnya pada OPD dengan anggaran besar dan program stategis.

Kormitrmen Politik Fraksi PKS

Fraksi PKS menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksansan APBD Kabupaten Karawang hinggs akhir tahun anggaran.

“Kinerja bukan diukur dari seberapa besar anggaran, tetapi seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat. Anggaran bukan untuk disimpan, tetapi untuk dikerjakan,”  ujar Mumun menegaskan pentingnya peran stategis pemerintah daerah terhadap kesinambungan pembangunan yang berkeadian.

Fraksi PKS menilai bahwa rendahnya serapan anggaran merupakan sinyal lemahnya perencanaan dan lambatnya pelaksanaan. Kondisi tersebut jika dibiarkan dapat menghambat kesejahteraan masyarakat dan mengganggu target permbangunan dalam RPIMD.

“Jika OPD strategis tidak mampu mengeksekusi program, maka kesejahteraan publik ikut terhambat. Kritik ini kami sampaikan sebagai bentuk rasa sayang kepada permerintah daerah dan masyarakat Karawang, agar pembangunan berjalan efektif menuju Karawang yang mandiri, maju, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Mumun. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 5 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang

1 October 2026 - 10:56 WIB

Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis

25 September 2026 - 14:20 WIB

Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan

24 September 2026 - 16:13 WIB

Warga Kalanasem, Pagadungan, Tempuran Apresiasi Aspirasi Rutilahu H. Imron Dewan PKS Karawang

23 September 2026 - 08:33 WIB

Milangkala Karawang ke-393, Pemkab Karawang Harus Perhatikan Nasib Petani, Pekerja hingga Pelaku Wisata

14 September 2026 - 17:19 WIB