
fpkskarawang.id | Karawang – Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah diharapkan menjadi ajang refleksi diri bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan kepedulian sosial. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kab. Karawang, Apt. Mumun Maemunah, S.Si., M.Farm.
Lebaran bukan cuma soal opor dan THR, tapi juga momen perbaikan diri agar semakin sabar, semakin taat, dan semakin peduli sesama. Suasana dan aura itulah yang sedang diungkapkan Mumun yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Kab. Karawang.
Menurutnya, setelah sebulan penuh puasa, harusnya bukan cuma lapar yang hilang, tapi juga lahir cara pandang baru yang lebih adem dalam menghadapi hidup yang kadang alur ceritanya tidak masuk akal. Intinya, ibadah jalan terus, empati jangan kendor.
“Momentum Idul Fitri ini semoga menjadi titik refleksi bagi kita semua. Puasa mengajarkan kita untuk lebih sabar, lebih taat beribadah, serta menumbuhkan kepedulian sosial dengan saling membantu dan berempati terhadap sesama,” ujar Mumun (Jumat, 20/03/2026).
Tidak cuma itu, Mumun juga menegaskan soal pentingnya mental tahan banting. Katanya, apa yang didapat selama Ramadhan harus jadi bekal biar tidak mudah tumbang di tengah realita yang makin dinamis.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan supaya warga tidak terlalu santai menghadapi situasi global, apalagi kondisi di Timur Tengah yang bisa saja terkena efek domino ke Indonesia. Jadi bukan cuma baca-baca berita saja, tapi juga mempersiapkan diri.
“Dengan kondisi global saat ini, kita harus mengantisipasi kemungkinan dampaknya. Salah satunya dengan memperkuat kebersamaan, kepedulian dan ketahanan diri di tengah masyarakat,” ucapnya.
Di akhir, Mumun berharap Lebaran tidak sekadar jadi ajang pamer baju baru, tapi juga jadi momen buat merajut lagi solidaritas dan bikin suasana semakin harmonis di tengah masyarakat.
“Melalui semangat Idul Fitri, masyarakat dapat terus menjaga persatuan, menciptakan suasana yang harmonis, serta bersama-sama membangun daerah ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (*)
Leave a Reply