Menu ✖

Dark Mode
Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan Warga Kalanasem, Pagadungan, Tempuran Apresiasi Aspirasi Rutilahu H. Imron Dewan PKS Karawang Milangkala Karawang ke-393, Pemkab Karawang Harus Perhatikan Nasib Petani, Pekerja hingga Pelaku Wisata Agus Sulistyo Hadiri Ramah Tamah dan Tasyakuran Warga Kondang Jaya atas Realisasi Aspirasi Pengecoran Jalan

Berita · 7 Jul 2024 17:07 WIB · Reading Time

DPRD Karawang Tempo Doeloe

Eerste vergadering van de regentschapsraad van Krawang ten oosten van Batavia
Shelfmark. (Dewan Pemerintahan Daerah Karawang Tahun 1926, semacam DPRD jaman kini)

fpkskarawang.id – Pertengahan tahun 1920-an pemerintah Hindia-Belanda membentuk regentschapsraad (dewan pemerintahan daerah) di beberapa wilayah. Meski kewenangannya tidak besar, dan juga keanggotaannya tidak ditentukan oleh rakyat, namun hal itu termasuk langkah maju di dalam menampung aspirasi warga pribumi/warga jajahan, sebagaimana halnya pembentukan Volksraad beberapa tahun sebelumnya..

Dewan pemerintahan daerah hanya dibentuk di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian kecil Jawa Tengah.

Banyak hal menarik, jika melihat Dewan Pemerintah Daerah di wilayah Karawang – Seperti terlihat di foto : Warga Belanda berpakaian Barat; dan tanpa tutup kepala. Sedangkan warga lokal Karawangnya memiliki keanekaragaman pakaian. Jumlah warga Belanda ini umumnya sedikit, kecuali di daerah yang menjadi tempat favorit mereka tinggal, seperti Jakarta, Bandung, atau Garut.

Kelompok priyayi umumnya mengenakan blangkon, baju adat, serta kain batik untuk bawahannya. Sementara itu warga yang mendapat pendidikan Barat mengenakan pakaian ala Barat, misalnya bercelana panjang, berjas, berdasi, dan tanpa tutup kepala.

Kaum bangsawan yang mengenyam pendidikan modern berada di tengah-tengah: tetap mengenakan blangkon dan baju adat, tetapi menambahinya dengan dasi, baik yang panjang maupun kupu-kupu; bawahannya bisa celana atau kain tradisional.

Di samping itu ada juga kelompok ulama atau saudagar Muslim yang mengenakan serban atau peci, baju jas tertutup atau jubah panjang, dengan bawahan kain sarung atau celana panjang.

Hampir semua yang muncul di foto adalah laki-laki. Ada beberapa wanita kulit putih, serta perempuan berkebaya di foto tertentu, tapi tidak jelas apakah mereka anggota dewan juga, atau istri dari salah satu anggota dewan.

 

Kontributor : Asep R. Sundapura (Relawan Kebudayaan, Founder Ekraf Karawang, Ketua Karawang Heritage Community, Owner Sundapura Digital, Kreator Sundapura, Owner Sundapura Business, Founder Karawang Creative Economic Forum, Founder Lembaga Kajian Kebudayan)

Facebook Comments Box

This article has been read 38 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang

1 October 2026 - 10:56 WIB

Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis

25 September 2026 - 14:20 WIB

Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan

24 September 2026 - 16:13 WIB

Warga Kalanasem, Pagadungan, Tempuran Apresiasi Aspirasi Rutilahu H. Imron Dewan PKS Karawang

23 September 2026 - 08:33 WIB

Milangkala Karawang ke-393, Pemkab Karawang Harus Perhatikan Nasib Petani, Pekerja hingga Pelaku Wisata

14 September 2026 - 17:19 WIB