
fpkskarawang.id – Sebagaimana kita ketahui Karawang digelari KOTA PADI karena Karawang adalah salah satu daerah lumbung padi di Indonesia. Dengan luas lahan sawah lebih kurang 95 ribu hektar dan produksi padi (GKP; Gabah Kering Panen) sebesar 1,4 juta ton pada Tahun 2022. Data produksi tersebut tidak jauh dari data-data tahun sebelumnya sebagai berikut :

Dari data tersebut di atas didapat rata -rata produktivitas padi sebesar 75,26 kuintal GKP per hektar atau 7,53 ton GKP per hektar.
Dari luas 95 ribu hektar atau tepatnya 95.015 ha padaTahun 2022 didapat data sebagai berikut :

Mungkinkah produksi gabah tersebut di atas dapat ditingkatkan ? menjadi 2 juta ton misalnya ? Jawaban dari saya : bisa ! Asal Pemkab dan petani bahu-membahu bekerjasama dengan berbagai pihak dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Meningkatkan Produktivitas GKP dari 7,26 ton/ha menjadi 9 ton/ha
Penerapan teknologi pertanian berkelanjutan diantaranya dengan teknik budidaya System of Rice Intensification (SRI), dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas gabah. Dengan sistem ini diantaranya dengan memperbanyak anakan produktif, menambah jumlah bulir padi per malai dan menambah berat bulir padi. Sehingga walaupun populasinya dikurangi dengan memperbesar jarak tanam dari 25x25cm menjadi 35x35cm hal ini memberi ruang untuk anakan tumbuh banyak dan semakin mendapat sinar matahari tiap batangnya. Adapun target-target dalam teknik buddaya SRI adalah sebagai berikut :

Target-target di atas dilakukan dengan :
- Penyeleksian benih dengan merendam benih dalam larutan garam sebelum diperam, hanya benih yang tenggelam yang dambil sebagai benih
- Umur bibit dipindahtanamkan 10-14 hari setelah semai, potensi tumbuh anakan besar sekali
- Jarak tanam 35x35cm memberikan ruang tumbuh bagi anakan padi
- Upaya menyuburkan tanah dengan bahan pembenah tanah (jerami busuk, limbah jamur, kompos, pupuk kandang, pupuk hijau, asam humat dll tergantung ketersediaan di lokasi)
- Teknologi Pemupukan dengan nutrisi tanaman dimana zat ini bukan hanya memberikan unsur hara (N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Zn, Mn dll) juga memberikan hormon atau ZPT (auxin, sitokinin, giberelin) dan juga mengandung biofertilizer (bakteri pengikat nitrogen, pelarut fosfat, mikoriza trichoderma dll) serta zat-zat yang membuat tanaman menjadi kebal terhadap penyakit
- Pengairan dilakukan seminggu digenangi seminggu lagi macak-macak untuk memberikan kesempatan perakaran bernafas
- Pengendalian hama dengan Pengendalian Hama Terpadu dengan menerapkan Early Warning System.
- Dibangun Rubuha untuk pengendalia hama tikus
- Menanam tanaman refugia sebagai tanama inang tempat bersarang musuh alami pada tanaman padi
- Pengendalian gulma dilakukan dengan alat mekanis (bukan kimiawi)
- Bila memungkinkan terapkan pertanian terpadu dengan melepaskan bebek di areal pertanaman padi, bebek bermanfaat selain mengendalikan hama juga menyuburkan tanah serta dapat meningkatkan pendapatan petani
2. Perluasan Areal Tanam dengan Menambah Frekuensi Tanam dari 2 kali menjadi 3 kali tanam
Di wilayah-wilayah kecamatan dengan lahan sawah beririgasi teknis yang bagus dan memungkinkan, bisa digenjot produksinya dengan 3 kali penanaman. Penerapan teknologi budidaya SRI dengan pupuk organik / nutrisi menjadikan waktu panen dapat dipercepat menjadi 95 hari sehingga jika total kegiatan budidaya padi 4 bulan, penanaman padi 3 kali setahun bisa dilaksanakan
Adapun wilayah-wilayah di Karawag yang diperkirakan dapat ditanami 3 kali dan perhitungannya adalah sebagai berikut :

3. Pengamanan Produksi
Pengamanan produksi dimaksudkan untuk mengurangi dampak perubahan iklim seperti kebanjiran dan kekeringan dengan melengkapi infrastruktur penunjang dan kelengkapan lainnya diantaranya :
- Jalan baik jalan raya, jalan desa maupun jalan usaha tani
- Jaringan irigasi dan drainase
- Penyediaan peralatan mekanisasi seperti traktor dan implemennya, alat tanam, alat penyiangan dan alat panen kombinasi (Combine Harvester) dan peralatan pasca panen
- Penjagaan dari gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara massal seperti telah diuraikan di bab 2
- Sistem transportasi dan pengawasan tataniaga (pemasaran)
- Pengawalan terhadap Perda Perlindungan Lahan Berkelanjutan
- Pelaksanaan UU Resi Gudang untuk melindungi pendapatan petani bila musim panen raya
4. Penguatan kelembagaan dan manajemen
Kelembagaan dan Manajemen yang sudah ada dan berjalan saat ini perlu lebih disempurnakan dan disesuaikan lagi dengan kebutuhan dan perkembangan terakhir. Kelembagaan seperti Kelompok Tani, Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), Lembaga Penyuluhan perlu diperkuat perannya. Koordinasi lembaga pemerintah juga penting dilakukan seperti Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Pangan, Perum Jasa Tirta II, Bulog, BP OPT, BB Padi, Penyedia Benih, Pupuk dan Saprotan lainnya. Termasuk dalam hal ini adalah peran serta Ormas Petani seperti HKTI, RPNN, KTNA dll. Tujuannya, agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai rencana. Penyempurnaan manajemen tersebut dapat berupa dukungan kebijakan dan regulasi, penyempurnaan manajemen teknis maupun penyempurnaan data dan informasi.
Demikian masukan-masukan dari penulis agar para pembuat kebijakan dapat melaksanakannya demi meningkatkan ketahanan pangan nasional dan khususnya Ketahanan Pangan Daerah Karawang. Dibutuhkan komunikasi yang intens berupa seminar atau sarasehan yang dihadiri oleh semua pihak yang punya kepedulian terhadap ketahanan pangan, pertanian dan petani.
Dengan kegiatan penyempurnaan diharapkan pelaksanaan peningkatan produksi padi dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, yang pada akhirnya dapat mendukung pencapaian sasaran produksi yang diinginkan serta sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petaninya.
Kontributor : ABAH NADA, RPNN (25/7/2024)

















Leave a Reply