Menu

Dark Mode
Mumun : Jangan Ulangi Kesalahan Lama! DPRD Karawang Warning Seleksi Dirut Petrogas Retribusi dan Pendangkalan Dikeluhkan Nelayan, DPRD Tampung Aspirasi Nelayan untuk Perbaikan Kedepan Pasar Johar Disiapkan Jadi Senjata Baru Tekan Inflasi di Karawang Evaluasi Total Pengelolaan Pasar Cikampek I, PT Celebes Harus Tanggung Jawab PKS Siap Jadi Mitra Strategis KPU dalam Menjaga Proses Demokrasi Tetap Jujur, Adil, dan Kondusif MILAD PKS ke-24 Merupakan Panggilan Moral dan Gerakan Kolektif untuk Membangun Kemandirian Bangsa

Berita · 7 Aug 2025 10:13 WIB · Reading Time

Daripada dianggap PHP, Lebih Baik Pempov Jabar Evaluasi Janji Pembangunan 1000 Rumah Panggung di Karangligar

fpkskarawang.id | Karawang – Rencana pembangunan 10-25 unit rumah panggung (dari 1000 rumah yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi) di desa langganan banjir Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan banjir di desa tersebut. Sebab, rumah yang kerap terendam saat banjir melanda Karangligar, jumlahnya mencapai 667 unit.

“Jika pembangunan rumah panggung tersebut hanya 10-25 unit saja, itu terlalu sedikit, hanya beberapa jiwa saja yang akan terselamatkan tidak mengungsi ketika banjir tiba,” ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPRD Karawang, H. M. Imron Choeru, S.T saat diminta tanggapannya terkait hal tersebut (Rabu, 6/8/2025).

Menurutnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak mesti memaksakan diri membangun rumah panggung untuk merealisasikan janjinya kepada warga Karangligar.

Kata dia, Kang Dedi cukup membangun bangsal tempat pengungsian berbentuk panggung agar semua warga bisa segera di evakuasi ke tempat yang aman namun representatif.

“Jika anggarannya hanya cukup untuk membangun 10-25 unit, lebih baik bangun saja tiga atau lima bangsal panggung pengungsian yang mampu menampung ratusan jiwa. Bangsal-bangsal panggung itu bisa didirikan tersebar di bebera spot banjir,” ucap Haji Imron sapaan akrabnya.

Dengan demikian, ujar Haji Imron, warga terdampak banjir nantinya akan lebih dekat dan mudah menjangkau tempat pengungsian. Kesehatan mereka pun tentunya bisa lebih terjaga karena bisa tidur di atas lantai kayu, bukan di pinggir-pinggir jalan beratap terpal.

Dijelaskan, bangsal-bangsal itu harus dilengkapi fasilitas kamar mandi dan toilet, sehingga para pengungsi nantinya tidak kelimpungan saat mau buang hajat atau membersihkan diri.

“Kalau anggarannya ada, setiap bangsal bisa dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi dan toilet, sehingga para pengungsi nantinya tidak kelimpungan saat mau buang hajat atau membersihkan diri, serta jika memungkinkan masing-masing bangsal difasilitasi satu perahu karet sebagai sarana mobilitas pengungsi,” papar Haji Imron.

Pembangunan rumah panggung dalam jumlah sangat terbatas, hanya akan menambah persoalan baru. Sebab, hal itu bakal mengundang kecemburuan warga yang tidak dapat bantuan rumah panggung.

“Pemilihan warga yang akan menerima bantuan pun cukup sulit. Coba kriteria apa yang akan dilakukan pemerintah saat menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan rumah panggung tersebut?” tanya Haji Imron.

Atas dasar itu, Haji Imron meminta Pempov Jabar mengevaluasi kebijakan pembangunan rumah panggung bagi warga terdampak banjir Karangligar.

“Merealisaikan janji memang wajib. Tapi kalau realisasinya cuma sedikit, lebih baik dialihkan untuk membangun bangsal panggung agar bisa digunakan masyarakat lebih banyak,” pungkasnya.

Janji KDM Mulai Dipertanyakan

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Karangligar, Ersim sempat angkat bicara terkait belum ada kepastian kapan janji KDM terkait rumah panggung tersebut bakal direalisasikan.

“Pak Dedi sendiri yang berjanji akan membangun rumah panggung di Karangligar sebagai salah satu solusi penanganan banjir di desa kami. Tapi hingga sekarang informasinya masih belum jelas,” ujarnya.

Menurut dia, kabar terakhir yang diterimanya, dari 1000 unit yang dijanjikan hanya10 unit rumah panggung yang akan dibangun di Karangligar. Itupun biayanya bersumber dari CSR perusahaan Eiger, bukan dari APBD Provinsi Jawa Barat.

Informasi lainnya, ukuran luas rumah panggung yang akan dibangun hanya 4X6 meter persegi setiap unitnya. Padahal rencana awal ukuran rumah panggung itu 8×8 meter persegi, lalu berubah jadi 6×6 meter persegi.

“Katanya rumah panggung yang akan dibangun itu baru percontohan saja. Saya tidak tahu sisanya kapan akan dibangun pihak Pemprov Jabar,” ungkapnya.

Ersim pun tak memahami kenapa jumlah rumah panggung yang KDM janjikan selalu berubah. Awalnya dijanjikan 1000 unit, bahkan hal itu diunggah di medsos milik KDM. Namun, jumlah tersebut menyusut jadi 100 unit dan kini menciut lagi menjadi 10 unit. “Satu minggu sebelumnya saya dapat kabar bakal dibangun 25 unit dulu. Kini susut lagi jadi 10 unit,” keluhnya. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 17 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mumun : Jangan Ulangi Kesalahan Lama! DPRD Karawang Warning Seleksi Dirut Petrogas

6 May 2026 - 14:39 WIB

Retribusi dan Pendangkalan Dikeluhkan Nelayan, DPRD Tampung Aspirasi Nelayan untuk Perbaikan Kedepan

5 May 2026 - 09:55 WIB

Pasar Johar Disiapkan Jadi Senjata Baru Tekan Inflasi di Karawang

4 May 2026 - 09:43 WIB

Evaluasi Total Pengelolaan Pasar Cikampek I, PT Celebes Harus Tanggung Jawab

30 April 2026 - 16:18 WIB

PKS Siap Jadi Mitra Strategis KPU dalam Menjaga Proses Demokrasi Tetap Jujur, Adil, dan Kondusif

29 April 2026 - 17:35 WIB