Menu ✖

Dark Mode
Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan Warga Kalanasem, Pagadungan, Tempuran Apresiasi Aspirasi Rutilahu H. Imron Dewan PKS Karawang Milangkala Karawang ke-393, Pemkab Karawang Harus Perhatikan Nasib Petani, Pekerja hingga Pelaku Wisata Agus Sulistyo Hadiri Ramah Tamah dan Tasyakuran Warga Kondang Jaya atas Realisasi Aspirasi Pengecoran Jalan

Berita · 18 Nov 2025 09:09 WIB · Reading Time

Pemicu Program Molor yang Rugikan Petani Karena Serapan Anggaran DPKP Karawang Mandek di 57 Persen

fpkskarawang.id | Karawang – DPRD Kabupaten Karawang menyoroti rendahnya realisasi belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karawang, Mumun Maemunah, menyampaikan, realisasi terakhir Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) baru mencapai 57 persen.

“Rata-rata realisasi OPD masih di bawah target, masih kecil. Apalagi DPKP baru 57 persen,” ujarnya (Senin, 17/11/2025).

Ia menambahkan, DPRD melalui rapat Badan Anggaran (Banggar) terus menekankan agar realisasi anggaran dimaksimalkan.

“Termasuk DPKP, kita terus mendorong agar program berjalan sesuai rencana,” katanya.

Mumun mengaku heran dengan pola belanja di Kabupaten Karawang. Padahal, DPRD telah berulang kali mengingatkan agar pelaksanaan program dilakukan sejak awal tahun.

“Kalau pekerjaan program biasanya dihabiskan atau dikejar di akhir tahun, jadinya serapannya kecil. Tapi masih saja diulang terus,” ucapnya.

Ia meminta setiap OPD, terutama DPKP segera menyelesaikan program-programnya.

“Apalagi yang berhubungan langsung dengan sektor pertanian, harus segera dituntaskan,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya penanganan program Jaringan Irigasi Tersier (JITUT).

“Sekarang sudah masuk musim penghujan, jadi kalau panen jalan-jalan sawah bisa rusak,” jelasnya.

Kerusakan jalan sawah ini, menurutnya, berpotensi menghambat pengangkutan hasil panen para petani.

“Kalau pengangkutan terganggu, ongkos bisa mahal, sementara harga padi bisa murah karena basah kehujanan,” tambahnya.

Mumun menegaskan, pemerintah daerah harus mempercepat realisasi program pertanian agar petani tidak dirugikan.

“Program harus berjalan tepat waktu agar hasil panen optimal,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta monitoring dan evaluasi yang lebih ketat terhadap setiap OPD.

“Kami akan terus memantau agar serapan anggaran bisa maksimal serapannya di akhir tahun ini,” tegasnya.

Dengan langkah ini, DPRD berharap produktivitas pertanian di Karawang tetap tinggi dan serapan anggaran lebih maksimal.

“Kita ingin semua program OPD tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 2 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang

1 October 2026 - 10:56 WIB

Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis

25 September 2026 - 14:20 WIB

Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan

24 September 2026 - 16:13 WIB

Warga Kalanasem, Pagadungan, Tempuran Apresiasi Aspirasi Rutilahu H. Imron Dewan PKS Karawang

23 September 2026 - 08:33 WIB

Milangkala Karawang ke-393, Pemkab Karawang Harus Perhatikan Nasib Petani, Pekerja hingga Pelaku Wisata

14 September 2026 - 17:19 WIB