Menu

Dark Mode
Bidik Potensi PAD dari Perizinan, Komisi II DPRD Karawang Sidak PT PSSK Temukan 72 TKA Fraksi PKS DPRD Karawang Minta Pemkab Jangan Ragu Bertindak dengan Adanya Dugaan Pesta Gay di TNM Karawang Ketua Komisi II DPRD Kab. Karawang Terima Kunjungan BIPEKA PKS Karawang untuk Perkuat Sinergi dan Jalin Kolaborasi Pansel Petrogas Harus Lebih Transparan Publikasikan Nama Calon Direksi Sepakat Berdamai Walau Sempat Viral Cekcok Saat Normalisasi Kali Apur di Desa Segaran – Batujaya Pertandingan IDCA Jadi Pembuka Forkab III KORMI Karawang

Berita · 2 May 2025 13:08 WIB · Reading Time

Hardiknas, Mumun Maemunah : Tidak Boleh Ada Lagi Anak yang Tidak Bersekolah !

fpkskarawang.id – Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei, Anggota DPRD Karawang Mumun Maemunah mendorong agar pendidikan di Karawang semakin merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Kita berharap pendidikan di Karawang sudah bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah kabupaten,” ujar Mumun, (Jumat, 2/5/2025).

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anak-anak di Karawang yang tidak bersekolah karena alasan ekonomi atau keterbatasan akses. “Tidak ada lagi anak yang tidak sekolah, itu cita-cita kita bersama,” ucapnya.

Selain itu, Mumun juga menyoroti pentingnya kesejahteraan guru sebagai tenaga pendidik. “Para gurunya pun harus terjamin kesejahteraannya. Mereka adalah ujung tombak pendidikan,” katanya.

Menurutnya, masih rendahnya rata-rata lama sekolah di Karawang menunjukkan partisipasi pendidikan yang belum maksimal. “Di sini peran Dinas Pendidikan harus lebih fokus dan terarah dalam melakukan pengawasan dan evaluasi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap kebijakan pendidikan harus dibuat berdasarkan data dan analisis yang terukur. “Strategi pemecahan masalah perlu dipelajari dan dibuatkan matrik terukur per masalah. Jadi, setiap tahun bisa diselesaikan dengan tepat dan cermat,” kata Mumun.

Selain pemerataan pendidikan, Mumun juga menyoroti dua permasalahan utama yang masih menjadi pekerjaan rumah, yaitu kekurangan ruang kelas baru (RKB) dan minimnya jumlah guru. “RKB masih jadi PR kita, dan juga kekurangan tenaga guru sebagai pendidik,” ujarnya.

Ia berharap persoalan-persoalan tersebut bisa segera diselesaikan melalui sinergi antar pemangku kepentingan. “Semoga PR ini dapat kita selesaikan, sehingga pendidikan di Karawang bisa menjadi lebih baik lagi,” tegas Mumun.

Sebagai penutup, ia mengajak semua pihak untuk menjadikan Hardiknas sebagai momentum refleksi dan perbaikan. “Mari kita jadikan Hari Pendidikan Nasional ini sebagai saat yang tepat untuk berbenah dan bergerak bersama demi pendidikan yang lebih maju,” pungkasnya.

Dirinya mendorong agar pemerintah daerah menetapkan target yang jelas dan realistis dalam mengatasi persoalan pendidikan. “Harus ada target yang jelas dan terukur. Program dan kegiatan inovatif juga harus turun langsung ke lapangan,” ungkapnya. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 13 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bidik Potensi PAD dari Perizinan, Komisi II DPRD Karawang Sidak PT PSSK Temukan 72 TKA

9 June 2026 - 13:47 WIB

Fraksi PKS DPRD Karawang Minta Pemkab Jangan Ragu Bertindak dengan Adanya Dugaan Pesta Gay di TNM Karawang

9 June 2026 - 10:53 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kab. Karawang Terima Kunjungan BIPEKA PKS Karawang untuk Perkuat Sinergi dan Jalin Kolaborasi

3 June 2026 - 08:46 WIB

Pansel Petrogas Harus Lebih Transparan Publikasikan Nama Calon Direksi

1 June 2026 - 16:45 WIB

Sepakat Berdamai Walau Sempat Viral Cekcok Saat Normalisasi Kali Apur di Desa Segaran – Batujaya

1 June 2026 - 09:36 WIB