Menu ✖

Dark Mode
Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan Warga Kalanasem, Pagadungan, Tempuran Apresiasi Aspirasi Rutilahu H. Imron Dewan PKS Karawang Milangkala Karawang ke-393, Pemkab Karawang Harus Perhatikan Nasib Petani, Pekerja hingga Pelaku Wisata Agus Sulistyo Hadiri Ramah Tamah dan Tasyakuran Warga Kondang Jaya atas Realisasi Aspirasi Pengecoran Jalan

Berita · 22 Sep 2025 13:29 WIB · Reading Time

Pembangunan IGD Baru RSUD Karawang agar Tidak Terjadi Antrean Panjang Pasien

fpkskarawang.id | Karawang – Komisi II DPRD Kabupaten Karawang melakukan kunjungan kerja ke RSUD Karawang untuk meninjau progres pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta melihat langsung kondisi ruang pasien.

Ketua Komisi II DPRD Karawang, Mumun Maemunah, mengatakan pembangunan gedung baru ini sangat mendesak untuk segera diselesaikan agar tidak terjadi antrean panjang pasien di IGD.

“Gedung ini terdiri dari lima lantai. Lantai dasar untuk IGD, sedangkan lantai atas difungsikan sebagai ruang perawatan pasien stroke,” jelas Mumun (Senin, 22/9/2025).

Ia menyebutkan, pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Tahun ini fokus penyelesaian lantai dasar untuk IGD, sedangkan tahun depan direncanakan pembangunan lantai atas. Dengan adanya gedung baru, RSUD Karawang diharapkan mampu menampung lebih banyak pasien sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Harapan kita RSUD Karawang bisa mandiri karena berstatus BLUD, sehingga tidak terlalu mengandalkan APBD. Kalau pun ada bantuan APBD, nilainya tidak besar. Ke depan kita juga berharap status RSUD bisa naik kelas dan menjadi rumah sakit percontohan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Komisi II juga meninjau ruang pasien thalasemia yang sedang antre untuk transfusi darah. Pasien thalasemia wajib menjalani transfusi rutin minimal sebulan sekali, bahkan ada yang dua minggu sekali disertai konsumsi obat.

Namun, kebutuhan darah pasien masih harus didatangkan dari Bekasi karena RSUD Karawang belum memiliki alat pemisah atau pembersih darah.

“Peralatan di RSUD Karawang kurang lengkap, belum memiliki alat pemisah atau pembersih darah , jadi masih banyak alat kesehatan yang perlu dilengkapi,” pungkas Mumun. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 7 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Agus Sulistyo: Setelah Jalan di COR Agar Dijaga dan Dirawat sehingga Manfaatnya Dapat Dirasakan dalam Jangka Panjang

1 October 2026 - 10:56 WIB

Ambulans Alami Pecah Ban, Jitang Pastikan Korban Lakalantas di Gintungkerta Tetap Mendapatkan Penanganan Medis

25 September 2026 - 14:20 WIB

Karawang Butuhkan Sistem Pertanian yang Kuat dan Regenerasi Petani yang Berkelanjutan

24 September 2026 - 16:13 WIB

Warga Kalanasem, Pagadungan, Tempuran Apresiasi Aspirasi Rutilahu H. Imron Dewan PKS Karawang

23 September 2026 - 08:33 WIB

Milangkala Karawang ke-393, Pemkab Karawang Harus Perhatikan Nasib Petani, Pekerja hingga Pelaku Wisata

14 September 2026 - 17:19 WIB