Menu

Dark Mode
Bidik Potensi PAD dari Perizinan, Komisi II DPRD Karawang Sidak PT PSSK Temukan 72 TKA Fraksi PKS DPRD Karawang Minta Pemkab Jangan Ragu Bertindak dengan Adanya Dugaan Pesta Gay di TNM Karawang Ketua Komisi II DPRD Kab. Karawang Terima Kunjungan BIPEKA PKS Karawang untuk Perkuat Sinergi dan Jalin Kolaborasi Pansel Petrogas Harus Lebih Transparan Publikasikan Nama Calon Direksi Sepakat Berdamai Walau Sempat Viral Cekcok Saat Normalisasi Kali Apur di Desa Segaran – Batujaya Pertandingan IDCA Jadi Pembuka Forkab III KORMI Karawang

Berita · 22 Sep 2025 13:29 WIB · Reading Time

Pembangunan IGD Baru RSUD Karawang agar Tidak Terjadi Antrean Panjang Pasien

fpkskarawang.id | Karawang – Komisi II DPRD Kabupaten Karawang melakukan kunjungan kerja ke RSUD Karawang untuk meninjau progres pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta melihat langsung kondisi ruang pasien.

Ketua Komisi II DPRD Karawang, Mumun Maemunah, mengatakan pembangunan gedung baru ini sangat mendesak untuk segera diselesaikan agar tidak terjadi antrean panjang pasien di IGD.

“Gedung ini terdiri dari lima lantai. Lantai dasar untuk IGD, sedangkan lantai atas difungsikan sebagai ruang perawatan pasien stroke,” jelas Mumun (Senin, 22/9/2025).

Ia menyebutkan, pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Tahun ini fokus penyelesaian lantai dasar untuk IGD, sedangkan tahun depan direncanakan pembangunan lantai atas. Dengan adanya gedung baru, RSUD Karawang diharapkan mampu menampung lebih banyak pasien sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Harapan kita RSUD Karawang bisa mandiri karena berstatus BLUD, sehingga tidak terlalu mengandalkan APBD. Kalau pun ada bantuan APBD, nilainya tidak besar. Ke depan kita juga berharap status RSUD bisa naik kelas dan menjadi rumah sakit percontohan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Komisi II juga meninjau ruang pasien thalasemia yang sedang antre untuk transfusi darah. Pasien thalasemia wajib menjalani transfusi rutin minimal sebulan sekali, bahkan ada yang dua minggu sekali disertai konsumsi obat.

Namun, kebutuhan darah pasien masih harus didatangkan dari Bekasi karena RSUD Karawang belum memiliki alat pemisah atau pembersih darah.

“Peralatan di RSUD Karawang kurang lengkap, belum memiliki alat pemisah atau pembersih darah , jadi masih banyak alat kesehatan yang perlu dilengkapi,” pungkas Mumun. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 7 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bidik Potensi PAD dari Perizinan, Komisi II DPRD Karawang Sidak PT PSSK Temukan 72 TKA

9 June 2026 - 13:47 WIB

Fraksi PKS DPRD Karawang Minta Pemkab Jangan Ragu Bertindak dengan Adanya Dugaan Pesta Gay di TNM Karawang

9 June 2026 - 10:53 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kab. Karawang Terima Kunjungan BIPEKA PKS Karawang untuk Perkuat Sinergi dan Jalin Kolaborasi

3 June 2026 - 08:46 WIB

Pansel Petrogas Harus Lebih Transparan Publikasikan Nama Calon Direksi

1 June 2026 - 16:45 WIB

Sepakat Berdamai Walau Sempat Viral Cekcok Saat Normalisasi Kali Apur di Desa Segaran – Batujaya

1 June 2026 - 09:36 WIB