Menu

Dark Mode
Sanksi Kurungan Dirubah Jadi Denda di Perubahan Perda Trantibum Halal Bihalal Penting untuk Merajut Ukhuwah, Menjaga Soliditas Kader dan Perjuangan Politik yang Berorientasi pada Kemaslahatan Mumun : Layanan Parkir Berlangganan Baru Sekedar Uji Coba Ketua Fraksi PKS Karawang Hadir Menguatkan, Jenguk Korban Tragedi Maut Majalengka Aksi Kemanusiaan Jitang di Tragedi Majalengka Mendapatkan Apresiasi dari Tokoh Masyarakat Karawang Jitang Sigap Bantu Korban Kecelakaan Maut di Majalengka di Tengah Mudik Lebaran

Berita · 12 Feb 2026 13:49 WIB · Reading Time

Mumun Hadiri Musrenbang, Dorong Rengasdengklok Jadi Kota Sejarah yang Rapi

fpkskarawang.id | Karawang – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karawang, Mumun Maemunah, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Rengasdengklok Tahun Anggaran 2026 yang digelar pada Rabu, 11 Februari 2025.

Musrenbang tersebut menjadi forum strategis untuk merumuskan prioritas pembangunan di tingkat kecamatan yang akan diusulkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Dalam kesempatan itu, Mumun menyoroti pertumbuhan ekonomi Rengasdengklok yang dinilai cukup pesat. Menurutnya, perkembangan tersebut didorong oleh banyaknya pendatang yang membuka usaha, khususnya di sektor perdagangan.

“Di Rengasdengklok ini banyak pendatang yang berusaha, terutama sebagai pedagang. Hal itu membuat ekonomi tumbuh, meskipun sektor pertanian masih ada walau tidak terlalu dominan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya penataan kota agar pertumbuhan ekonomi tidak menimbulkan kesan kumuh dan semrawut. Menurutnya, Rengasdengklok memiliki nilai historis sebagai kota perjuangan, sehingga harus ditata dengan baik, bersih, dan tertib.

“Kita ingin Rengasdengklok sebagai kota sejarah yang indah, rapi, dan bersih. Ekonomi tetap berjalan, pedagang bisa berdagang dengan nyaman, tapi penataan kota juga harus diperhatikan,” katanya.

Ia mencontohkan masih adanya pedagang yang berjualan di pasar lama, meskipun pemerintah daerah telah menyediakan pasar baru. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat merusak estetika kota.

“Pemerintah sudah membantu dengan pasar baru, tapi masih ada yang berjualan di pasar lama. Ini harus ditata supaya kota terlihat rapi dan tidak merusak pemandangan,” jelasnya.

Selain itu, Mumun juga menyoroti program bantuan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya cukup besar. Namun, program tersebut saat ini belum berjalan karena adanya temuan saat pemeriksaan.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah kurangnya keberlanjutan pengelolaan bantuan oleh penerima, sehingga ada yang dijual, hilang, atau tidak terurus.

“Ketika ada bantuan, masyarakat harus bisa menjaga dan mengelola dengan baik. Pemerintah membantu, masyarakat juga harus bertanggung jawab agar program bisa terus berjalan,” tegasnya.

Ia berharap, ke depan pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama dalam memanfaatkan program bantuan secara optimal, sehingga dapat meningkatkan ketahanan ekonomi warga tanpa menimbulkan masalah di kemudian hari. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 0 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sanksi Kurungan Dirubah Jadi Denda di Perubahan Perda Trantibum

6 April 2026 - 12:48 WIB

Halal Bihalal Penting untuk Merajut Ukhuwah, Menjaga Soliditas Kader dan Perjuangan Politik yang Berorientasi pada Kemaslahatan

5 April 2026 - 13:28 WIB

Mumun : Layanan Parkir Berlangganan Baru Sekedar Uji Coba

1 April 2026 - 15:00 WIB

Ketua Fraksi PKS Karawang Hadir Menguatkan, Jenguk Korban Tragedi Maut Majalengka

26 March 2026 - 16:48 WIB

Aksi Kemanusiaan Jitang di Tragedi Majalengka Mendapatkan Apresiasi dari Tokoh Masyarakat Karawang

25 March 2026 - 07:19 WIB