
fpkskarawang.id | Karawang – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karawang, Mumun Maemunah, menyoroti proses seleksi calon direksi PD Petrogas Persada Karawang yang dinilai perlu dilakukan secara lebih matang sejak awal.
Ia menilai, tahapan seleksi seharusnya disusun dengan mengacu pada aturan yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, termasuk potensi seleksi ulang.
“Sedikit koreksi, harusnya dilihat dulu aturannya dari awal agar tidak ada seleksi ulang, kalau memang harus ada 3 sampai 5 calon yang memenuhi kriteria,” ujarnya (Kamis, 16/4/2026).
Mumun mengibaratkan proses seleksi tersebut seperti sebuah perlombaan yang sudah ditentukan jumlah pemenangnya sejak awal.
“Diumpamakan perlombaan, kalau ada juara 1, 2, 3, harapan 1 dan 2, pesertanya banyak, tapi sudah disediakan hadiahnya untuk lima orang itu atau sudah disiapkan posisinya,” katanya.
Menurutnya, dari banyaknya peserta yang mendaftar, seharusnya dapat disaring kandidat terbaik yang layak menempati posisi tersebut tanpa harus mengulang proses.
“Pasti dari sekian banyak yang daftar, sudah bisa diambil hasil siapa saja yang bisa menempati posisi itu,” lanjutnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa proses yang sudah berjalan saat ini tetap harus dihormati, sembari berharap hasil akhirnya menghasilkan sosok yang benar-benar kompeten.
“Karena sudah terlanjur, kita berharap calon yang jadi adalah yang berkompeten,” tegasnya.
Mumun juga menyoroti kondisi BUMD di Karawang yang dinilai belum sepenuhnya optimal dalam memberikan kontribusi.
“Karena setelah kita amati dari beberapa BUMD yang ada, yang berjalan dengan baik hanya satu dari sekian BUMD, dan letaknya di SDM-nya,” ungkapnya.
Ia membandingkan dengan daerah lain yang dinilai memiliki kinerja BUMD lebih baik meskipun secara historis Karawang seharusnya lebih unggul.
“Kalau kita lihat ke beberapa daerah tetangga kita yang dulu di bawah kita, seharusnya Karawang lebih tua dan lebih maju, tapi BUMD mereka berjalan baik karena SDM dan pengawasannya bagus. SDM nya pun bukan hanya sekedar pintar dari keilmuan, tapi juga harus memiliki loyalitas, attitude, dan lainnya,” katanya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memilih sumber daya manusia yang benar-benar berkualitas dalam proses seleksi yang sedang berlangsung.
“Makanya mumpung masih seleksi, kita pesan itu harus yang kompeten. Masa dari sekian banyak yang daftar tidak ada yang sesuai,” ujarnya.
Mumun menegaskan, DPRD tidak menginginkan pembentukan BUMD baru justru menjadi beban bagi pemerintah daerah.
“Kami tidak menginginkan kalau ada BUMD baru lagi itu hanya menambah beban pemerintah daerah atau berjalan tertatih-tatih,” tegasnya.
Ia berharap kehadiran BUMD justru mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah.
“Kami ingin jika ada BUMD baru itu akan menambah peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah, bukan menjadi beban, tapi memberikan harapan dan solusi buat Karawang,” pungkasnya. (*)

















Leave a Reply