Menu

Dark Mode
Ketua Komisi II DPRD Karawang Minta PLN agar Pemadaman Listrik tidak Ganggu Pelayanan Publik dan Industri DPRD Minta Bapenda Karawang Perkuat Pengawasan dan Penagihan, Telusuri Jika Ada Perusahaan Besar yang Nunggak Pajak Hingga Miliaran Rupiah Bidik Potensi PAD dari Perizinan, Komisi II DPRD Karawang Sidak PT PSSK Temukan 72 TKA Fraksi PKS DPRD Karawang Minta Pemkab Jangan Ragu Bertindak dengan Adanya Dugaan Pesta Gay di TNM Karawang Ketua Komisi II DPRD Kab. Karawang Terima Kunjungan BIPEKA PKS Karawang untuk Perkuat Sinergi dan Jalin Kolaborasi Pansel Petrogas Harus Lebih Transparan Publikasikan Nama Calon Direksi

Berita · 13 Jun 2026 13:41 WIB · Reading Time

DPRD Minta Bapenda Karawang Perkuat Pengawasan dan Penagihan, Telusuri Jika Ada Perusahaan Besar yang Nunggak Pajak Hingga Miliaran Rupiah

fpkskarawang.id | Karawang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang menyoroti adanya dugaan tunggakan (ngemplang) pajak dari perusahaan besar sektor makanan dan minuman (Food and Beverage/F&B) siap saji yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp10 miliar.

Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan mengingat sektor kuliner di Karawang masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat.

Ketua Komisi II DPRD Karawang, Mumun Maemunah, menilai alasan penurunan usaha atau sepinya pembeli gegara isu pemboikotan produk Israel tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengabaikan kewajiban perpajakan tanpa adanya data yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, tempat makan, restoran, dan pusat kuliner di Karawang masih ramai. Bahkan banyak usaha kuliner baru yang terus bermunculan. Karena itu perlu ditelusuri lebih jauh jika ada perusahaan besar yang menunggak pajak hingga miliaran rupiah,” ujar Mumun (Sabtu, 13/6/2026).

Menurutnya, sektor makanan dan minuman merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang potensial. Berbeda dengan sektor lain yang dapat terdampak berbagai kondisi ekonomi, kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap makanan dan minuman cenderung tetap berlangsung.

“Makan dan minum merupakan kebutuhan dasar. Konsumen yang datang ke restoran tidak hanya membeli makanan, tetapi juga minuman, makanan ringan, dan produk lainnya. Apalagi jika datang dalam jumlah besar atau rombongan. Potensi transaksi di sektor ini sangat besar. Perusahaan ritel itu langsung memungut pajak dari konsumen ketika transaksi, jadi pajak itu sudah ada di kantong mereka (perusahaan) jadi tinggal setor ke Bapenda Karawang,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, terdapat perusahaan besar di sektor F&B yang masing- masing memiliki tunggakan pajak hingga sekitar Rp5 miliar, sehingga total tunggakan mencapai Rp10 miliar. Informasi tersebut juga menyebutkan bahwa pembayaran akan dilakukan secara bertahap.

DPRD meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang untuk memperkuat pengawasan dan penagihan terhadap wajib pajak yang masih memiliki tunggakan. Selain itu, transparansi mengenai proses penyelesaian tunggakan juga dinilai penting agar masyarakat mengetahui langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengamankan potensi PAD.

“Pajak yang dipungut dari konsumen pada dasarnya merupakan hak negara dan daerah yang harus disetorkan sesuai ketentuan. Karena itu, kepatuhan wajib pajak harus menjadi perhatian bersama,” tegas Mumun.

DPRD juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang menggandeng aparat penegak hukum dalam upaya penyelesaian tunggakan pajak. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak, khususnya perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kontribusi signifikan terhadap penerimaan daerah.

Kedepan, DPRD berharap tidak ada lagi tunggakan pajak dalam jumlah besar yang berpotensi mengurangi pendapatan daerah. Optimalisasi penerimaan pajak dinilai sangat penting untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Karawang. (*)

Facebook Comments Box

This article has been read 0 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua Komisi II DPRD Karawang Minta PLN agar Pemadaman Listrik tidak Ganggu Pelayanan Publik dan Industri

19 June 2026 - 13:23 WIB

Bidik Potensi PAD dari Perizinan, Komisi II DPRD Karawang Sidak PT PSSK Temukan 72 TKA

9 June 2026 - 13:47 WIB

Fraksi PKS DPRD Karawang Minta Pemkab Jangan Ragu Bertindak dengan Adanya Dugaan Pesta Gay di TNM Karawang

9 June 2026 - 10:53 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kab. Karawang Terima Kunjungan BIPEKA PKS Karawang untuk Perkuat Sinergi dan Jalin Kolaborasi

3 June 2026 - 08:46 WIB

Pansel Petrogas Harus Lebih Transparan Publikasikan Nama Calon Direksi

1 June 2026 - 16:45 WIB