Menu

Dark Mode
Mumun : Jangan Ulangi Kesalahan Lama! DPRD Karawang Warning Seleksi Dirut Petrogas Retribusi dan Pendangkalan Dikeluhkan Nelayan, DPRD Tampung Aspirasi Nelayan untuk Perbaikan Kedepan Pasar Johar Disiapkan Jadi Senjata Baru Tekan Inflasi di Karawang Evaluasi Total Pengelolaan Pasar Cikampek I, PT Celebes Harus Tanggung Jawab PKS Siap Jadi Mitra Strategis KPU dalam Menjaga Proses Demokrasi Tetap Jujur, Adil, dan Kondusif MILAD PKS ke-24 Merupakan Panggilan Moral dan Gerakan Kolektif untuk Membangun Kemandirian Bangsa

Rubrik Pembaca · 7 Jul 2024 15:26 WIB · Reading Time

Konon Ditempat Inilah Tubuh SINGAPERBANGSA Dikuburkan

fpkskarawang.id – Di pinggiran aliran Sungai Cibeet perbatasan Karawang-Bekasi, terdapat sebuah tempat yang dikenal dengan nama Jagasatru. Kini, nama itu terkenal dengan Pasir Tanjung. Nama Jagasatru bukan sekadar penamaan biasa; ia mengandung makna mendalam yang berakar pada sejarah panjang dan tradisi budaya Karawang.

Jagasatru, yang diartikan sebagai “tempat penjagaan musuh,” menyimpan cerita tentang masa lalu yang penuh dengan dinamika politik dan pertahanan. Tempat ini diyakini sebagai lokasi penguburan tubuh Raden Singaperbangsa, bupati pertama Karawang, yang memerintah pada akhir abad ke-17, dan terbunuh oleh pemberontak pada tahun 1677.

Nama Jagasatru berasal dari dua kata : “jaga” yang berarti berjaga atau penjagaan, dan “satru” yang berarti musuh. Secara harfiah, Jagasatru dapat diartikan sebagai tempat penjagaan musuh.

Nama Jagasatru mencerminkan fungsi strategis daerah tersebut pada masa lalu sebagai lokasi pengawasan terhadap musuh yang datang dari sungai. Dalam konteks sejarah Karawang, nama ini juga mencerminkan periode konflik dan upaya pertahanan yang dialami oleh masyarakat setempat.

Jagasatru memiliki nilai penting dalam sejarah dan budaya Karawang. Sebagai tempat yang dipercayai oleh sebagian orang sebagai penguburan tubuh Raden Singaperbangsa, tempat ini menjadi situs ziarah bagi banyak orang yang ingin menghormati jasa-jasanya. Selain itu, Jagasatru juga menjadi simbol ketahanan dan perlawanan masyarakat Karawang terhadap ancaman musuh.

Cerita tentang Jagasatru dan Raden Singaperbangsa diturunkan dari generasi ke generasi melalui tradisi lisan dan tulisan, termasuk dalam babad Karawang. Kisah-kisah ini tidak hanya mengabadikan peristiwa sejarah tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat Karawang.

 

Kontributor : Asep R. Sundapura (Relawan Kebudayaan, Founder Ekraf Karawang, Ketua Karawang Heritage Community, Owner Sundapura Digital, Kreator Sundapura, Owner Sundapura Business, Founder Karawang Creative Economic Forum, Founder Lembaga Kajian Kebudayan)

Facebook Comments Box

This article has been read 25 time

badge-check

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Produksi Padi Karawang 2 Juta Ton per Tahun, Mungkinkah?

30 July 2024 - 21:00 WIB

RESI GUDANG, Upaya untuk Mengatasi Harga Komoditi Pertanian yang Anjlok pada Musim Panen Raya

9 July 2024 - 08:56 WIB

Memory of Karawang Creative Economy Forum

8 July 2024 - 12:56 WIB

Titik Nol Karawang Apakah Perlu Diperjuangkan Kembali?

7 July 2024 - 17:52 WIB

DPRD Karawang Tempo Doeloe

7 July 2024 - 17:07 WIB